Posted by: mkks smk batam | November 8, 2010

Hasilkan Predikat Akreditasi – Sekolah Harus Penuhi 8 Kriteria

Hasilkan Predikat Akreditasi – Sekolah Harus Penuhi 8 Kriteria

Dalam menentukan predikat akreditasi satu institusi pendidikan, dalam hal tingkat sekolah, terdapat delapan faktor yang harus dipenuhi. Yakni, isi, proses, kompetensi jurusan, sarana-prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian. Hal ini diungkapkan Ketua Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) Provinsi Sumatera Utara (Prov Sumut), Drs H Ng Daeng Malewa MM, Kamis (15/7).

Malewa juga mengatakan, ke delapan faktor yang harus dipenuhi satu sekolah untuk mendapatkan predikat akreditasi, baik tingkat A (sangat baik), B (baik), C (Cukup) tertuang dalam UU No 20 Tahun 2002 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan PP No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Ke delapan faktor yang harus dipenuhi satu sekolah itu dijabarkan dalam banyak pertanyaan mengenai terpenuhinya atau tidak kedelapan faktor tersebut. Setelah itu, lanjut Malewa, dengan telah ditentukannya tingkat akreditasi satu sekolah maka pihaknya merupakan satu instansi yang dapat menyarankan rekomendasi baik itu pembinaan hingga peningkatan mutu. “Misalnya, sekolah S mendapatkan tingkat akreditasi C, maka kami pihak yang berkompeten untuk menyarankan dan merekomendasikan sekolah S untuk dilakukan pembinaan dan peningkatan mutu di sekolah tersebut oleh pemerintah, dalam hal ini banyak instansi yang terkait,” ujar Malewa.

Instansi yang terkait tentang hal itu seperti Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), Gubernur, Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi, Kantor Wilayah Departemen Agama (kanwil depag), lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP), pemerintah kabupaten/kota (pemkab/kota). Hingga saat ini, menurut data yang terdapat di sekretariat BAN-S/M Provinsi Sumut, Jalan Cikditiro Medan (Disdik Sumut) pada 2005 hingga 2008, satuan pendidikan yang tak terakreditasi jumlahnya sedikit, baik dari tingkat satuan pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB. Menurut Malewa, jika ada sekolah yang tak terakreditasi, atau sekolahnya dalam masa tak aktif akreditasinya, maka sekolah tersebut tak bisa menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) di sekolahnya dan terpaksa menumpang di sekolah yang akreditasinya masih aktif, sesuai dengan ketentuan disdik kabupaten/kota di mana mereka melaksanakan UN.

Malewa juga menerangkan beberapa hal yang merupakan tugas dari BAP-S/M Prov Sumut yang dibantu BAP-S/M adalah untuk melakukan sosialisasi kebijakan dan pencitraan lembaga BAN-S/M dan BAP-S/M kepada pemerintah provinsi (pemprov), kanwil depag, kabupaten/kota, kandepag, satuan pendidikan, dan masyarakat pendidikan umumnya. “Kami juga memiliki tugas untuk merencanakan program akreditasi S/M yang menjadi sasaran. Dan juga menugaskan asesor untuk melakukan visitasi,” terang Malewa. Selain itu badan akreditasi juga akan mengadakan latihan asesor sesuai dengan pedoman yang diterapkan BAN S/M terhadap hasil peringkat akreditasi melalui rapat pleno anggota BAP-S/M. Selanjutnya menyampaikan laporan pelaksanaan program dan akreditasi, serta rekomendasi tindak lanjut kepada BAN-S/M, dengan tembusan disampaikan kepada gubernur. SWISMA|DLOBAL|MEDAN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: